Kabar Balai
Kabar Kementerian
Pendidikan
Rumah Pendidikan
OJT PKGSD MBI Perkuat Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar
Admin BGTK NTT
•
7 Juli 2026
Sebagai bagian dari rangkaian Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) akan melaksanakan kegiatan On-the-Job Training (OJT) pada minggu ketiga bulan Mei. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan In-Service 1 yang telah membekali peserta dengan penguatan kompetensi pedagogis dan kebahasaan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
OJT dirancang sebagai ruang refleksi dan pembelajaran kolaboratif. Pada tahap ini, setiap peserta mempresentasikan video praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan di sekolah masing-masing. Video berdurasi 30–45 menit tersebut direkam secara utuh (one take) tanpa proses penyuntingan sehingga mampu menggambarkan praktik pembelajaran secara autentik.
Pelaksanaan OJT akan berlangsung secara luring di sekolah yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan lokasi yang mudah dijangkau oleh seluruh peserta. Dalam kegiatan ini, fasilitator dan peserta akan bersama-sama menyaksikan video pembelajaran, mendiskusikan praktik yang ditampilkan, serta memberikan umpan balik yang objektif dan konstruktif. Proses tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan refleksi guru sekaligus menjadi wadah berbagi praktik baik antarsesama peserta.
Kepala BGTK menyampaikan bahwa OJT merupakan tahapan penting dalam memastikan hasil pelatihan tidak berhenti pada aspek pemahaman, tetapi benar-benar diwujudkan dalam praktik pembelajaran di kelas. "Guru yang reflektif adalah guru yang terus belajar dari pengalamannya sendiri dan dari praktik baik rekan sejawat. Melalui OJT, kami berharap setiap peserta semakin percaya diri dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik," ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BGTK berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi guru sekolah dasar sebagai bagian dari persiapan implementasi mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III pada tahun ajaran 2027/2028. Diharapkan para peserta PKGSD MBI dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas, inklusif, dan bermakna bagi seluruh peserta didik.
OJT dirancang sebagai ruang refleksi dan pembelajaran kolaboratif. Pada tahap ini, setiap peserta mempresentasikan video praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan di sekolah masing-masing. Video berdurasi 30–45 menit tersebut direkam secara utuh (one take) tanpa proses penyuntingan sehingga mampu menggambarkan praktik pembelajaran secara autentik.
Pelaksanaan OJT akan berlangsung secara luring di sekolah yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan dengan mempertimbangkan lokasi yang mudah dijangkau oleh seluruh peserta. Dalam kegiatan ini, fasilitator dan peserta akan bersama-sama menyaksikan video pembelajaran, mendiskusikan praktik yang ditampilkan, serta memberikan umpan balik yang objektif dan konstruktif. Proses tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan refleksi guru sekaligus menjadi wadah berbagi praktik baik antarsesama peserta.
Kepala BGTK menyampaikan bahwa OJT merupakan tahapan penting dalam memastikan hasil pelatihan tidak berhenti pada aspek pemahaman, tetapi benar-benar diwujudkan dalam praktik pembelajaran di kelas. "Guru yang reflektif adalah guru yang terus belajar dari pengalamannya sendiri dan dari praktik baik rekan sejawat. Melalui OJT, kami berharap setiap peserta semakin percaya diri dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik," ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BGTK berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi guru sekolah dasar sebagai bagian dari persiapan implementasi mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III pada tahun ajaran 2027/2028. Diharapkan para peserta PKGSD MBI dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas, inklusif, dan bermakna bagi seluruh peserta didik.